Jakarta, 27 September 2026 – Dunia hiburan Indonesia pada akhir pekan ini diwarnai kabar duka atas meninggalnya seniman Guruh Soekarnoputra hingga kemeriahan Pestapora 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Guruh meninggal dunia pada Sabtu (26/9) dalam usia 73 tahun dan meninggalkan jejak panjang di bidang musik, tari, serta kebudayaan. Pada saat bersamaan, sejumlah musisi tampil di Pestapora yang berlangsung pada 25–27 September. Salah satu momen yang menarik perhatian adalah penampilan Inul Daratista bersama suaminya, Adam Suseno.
Kepergian Guruh mendapat penghormatan dari berbagai tokoh dan insan seni. Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengenangnya sebagai seniman sekaligus pecinta buku dan literasi yang memiliki perhatian besar terhadap kemajuan kebudayaan Indonesia. Fadli mengatakan dirinya telah mengenal Guruh selama lebih dari satu dekade dan kerap berdiskusi mengenai seni serta budaya. Beberapa bulan sebelum Guruh meninggal, keduanya bahkan masih sempat bertemu dan bertukar pikiran mengenai pemajuan kebudayaan nasional.
Penghormatan terhadap Guruh juga hadir di panggung Pestapora 2026. Erwin Gutawa Orchestra memberikan tribut khusus dengan memainkan “Kala Sang Surya Tenggelam”, salah satu karya Guruh yang pernah dipopulerkan Chrisye. Erwin menyebut penghormatan tersebut dipersiapkan secara spontan setelah kabar meninggalnya Guruh diterima. Penonton juga diajak mengheningkan cipta dan mendoakan Guruh sebelum pertunjukan dilanjutkan.
Di panggung lain, Inul Daratista menghadirkan suasana berbeda dengan penampilan enerjik pada hari kedua Pestapora. Penyanyi dangdut tersebut membawakan sejumlah lagu populer seperti “Buaya Buntung”, “Masa Lalu”, “Keong Racun”, dan “Yang Penting Happy”. Penampilannya memadukan dangdut dan koplo dengan sejumlah lagu internasional. Inul kemudian membawa suasana menjadi lebih personal ketika berbicara mengenai Adam Suseno yang telah mendampinginya selama puluhan tahun.
Kejutan muncul ketika Adam naik ke atas panggung sambil membawa gitar. Kehadirannya disambut meriah oleh penonton yang memenuhi area pertunjukan. Adam turut mengiringi Inul dalam membawakan “Always Remember Us This Way”, menciptakan salah satu momen yang menonjol dalam penampilan tersebut. Interaksi pasangan itu juga menghadirkan suasana jenaka ketika Adam memberikan respons singkat kepada penonton yang mengundang tawa.
Setelah momen bersama Adam, Inul melanjutkan pertunjukannya dengan sejumlah lagu lain, termasuk “What’s Up” dan “The Final Countdown”, sebelum menutup penampilan dengan “Kicau Mania”. Penampilan tersebut menjadi salah satu bagian dari hari kedua Pestapora yang menghadirkan musisi lintas generasi dan genre. Pestapora 2026 berlangsung selama tiga hari dengan sekitar 330 penampil yang tersebar di 19 area pertunjukan. Festival mengusung konsep “One Stop Celebration” dengan beragam pengalaman hiburan bagi pengunjung.
Rangkaian peristiwa tersebut memperlihatkan dua suasana berbeda dalam perjalanan industri hiburan Indonesia pada akhir pekan ini. Kepergian Guruh menghadirkan refleksi terhadap karya dan kontribusinya bagi seni serta kebudayaan nasional, sementara Pestapora menjadi ruang bagi musisi dari berbagai generasi untuk bertemu dengan penonton. Penghormatan Erwin Gutawa terhadap Guruh membuat warisan karya sang seniman kembali bergema di panggung musik. Di sisi lain, kemunculan Adam bersama Inul memberikan warna personal dan menghibur dalam kemeriahan Pestapora 2026.