Jakarta, 5 September 2026 – Bank Jakarta meraih penghargaan Corporate Secretary Champion 2026 sebagai bentuk apresiasi terhadap penerapan fungsi Corporate Secretary yang mendukung penguatan tata kelola perusahaan dan komunikasi korporasi. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta Arie Rinaldi dalam acara yang berlangsung di Jakarta pada Selasa, 1 September 2026. Pencapaian ini menjadi bagian dari upaya perseroan memperkuat penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) di tengah transformasi bisnis yang terus berjalan. Fungsi Corporate Secretary dinilai mempunyai posisi penting dalam menjaga hubungan perusahaan dengan pemegang saham, regulator, nasabah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya. Komunikasi yang transparan dan efektif menjadi salah satu unsur yang diperlukan untuk mempertahankan kepercayaan terhadap perusahaan di industri jasa keuangan. Bank Jakarta pun menjadikan penghargaan tersebut sebagai dorongan untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola secara berkelanjutan.
Corporate Secretary Champion 2026 diberikan setelah para peserta melewati proses seleksi dan penilaian oleh dewan juri. Tahapan evaluasi meliputi pemeriksaan kelengkapan dokumen, presentasi, serta sesi tanya jawab dengan para finalis. Proses penilaian berlangsung secara daring pada 7–9 Juli 2026 dan digunakan untuk melihat bagaimana fungsi Corporate Secretary dijalankan dalam mendukung organisasi. Peserta harus memperoleh nilai minimal 70 untuk dapat dinyatakan lulus dalam proses tersebut. Nilai 70 hingga kurang dari 80 memperoleh predikat Good, sedangkan nilai 80 hingga kurang dari 90 masuk kategori Very Good. Sementara peserta dengan nilai sedikitnya 90 memperoleh predikat Excellent, sehingga proses tersebut tidak hanya mempertimbangkan kelengkapan administrasi tetapi juga kemampuan perusahaan menjelaskan implementasi tata kelolanya.
Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo menilai penghargaan tersebut merupakan apresiasi terhadap konsistensi seluruh jajaran perusahaan dalam membangun tata kelola yang semakin kuat. Menurutnya, penerapan tata kelola tidak dapat dipisahkan dari upaya menciptakan perusahaan yang sehat dan mampu mempertahankan kinerja dalam jangka panjang. Hubungan dengan para pemangku kepentingan juga harus dibangun melalui komunikasi yang transparan dan konstruktif sehingga kebijakan maupun perkembangan perusahaan dapat dipahami dengan baik. Bank Jakarta berkomitmen mempertahankan sekaligus meningkatkan standar tersebut sejalan dengan perkembangan bisnis dan tuntutan industri perbankan. Tata kelola yang kuat diharapkan mampu memberikan fondasi bagi perusahaan dalam menjalankan strategi pertumbuhan. Pada akhirnya, langkah tersebut diarahkan untuk memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan seluruh pihak yang mempunyai kepentingan terhadap perusahaan.
Arie Rinaldi menambahkan bahwa penghargaan tersebut menjadi apresiasi terhadap seluruh insan Bank Jakarta yang selama ini terlibat dalam penguatan fungsi Corporate Secretary. Menurutnya, fungsi tersebut harus dijalankan secara profesional, adaptif, dan inovatif karena kebutuhan perusahaan serta pemangku kepentingan terus berkembang. Corporate Secretary tidak hanya berkaitan dengan administrasi kesekretariatan, tetapi mempunyai peran dalam memastikan komunikasi dan koordinasi perusahaan berjalan efektif. Posisi tersebut juga menjadi penghubung antara kepentingan internal perusahaan dengan kebutuhan informasi berbagai pihak di luar organisasi. Karena itu, kemampuan memberikan informasi secara tepat dan transparan menjadi semakin penting. Bank Jakarta akan terus meningkatkan kualitas komunikasi perusahaan agar mampu mendukung pencapaian berbagai sasaran strategis yang telah ditetapkan.
Dalam industri perbankan, tata kelola mempunyai peran krusial karena kegiatan bisnis berhubungan langsung dengan pengelolaan dana masyarakat dan kepercayaan nasabah. Setiap kebijakan perusahaan harus dijalankan dengan memperhatikan prinsip transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, dan kewajaran. Corporate Secretary menjadi salah satu fungsi yang membantu memastikan prinsip-prinsip tersebut tercermin dalam hubungan perusahaan dengan berbagai pemangku kepentingan. Komunikasi yang tidak berjalan baik dapat menimbulkan kesenjangan informasi dan berpotensi memengaruhi kepercayaan terhadap perusahaan. Sebaliknya, keterbukaan yang dijalankan secara konsisten dapat membantu membangun hubungan yang lebih kuat dengan nasabah, regulator, pemegang saham, dan masyarakat. Kondisi tersebut membuat kualitas fungsi Corporate Secretary semakin penting ketika persaingan industri jasa keuangan semakin ketat.
Perubahan teknologi dan pola komunikasi masyarakat turut meningkatkan tantangan yang dihadapi fungsi Corporate Secretary. Informasi mengenai perusahaan saat ini dapat menyebar dengan sangat cepat melalui media digital dan berbagai platform komunikasi. Perusahaan dituntut mampu memberikan informasi secara cepat tanpa mengurangi akurasi maupun kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku. Corporate Secretary juga perlu memahami perkembangan reputasi perusahaan dan memastikan informasi strategis dapat disampaikan kepada pihak yang tepat melalui kanal yang sesuai. Respons terhadap isu harus dilakukan secara terukur agar komunikasi perusahaan tidak menimbulkan interpretasi yang keliru. Kondisi tersebut membuat kemampuan adaptasi menjadi salah satu kompetensi yang semakin dibutuhkan dalam pengelolaan komunikasi korporasi modern.
Penguatan tata kelola tersebut berlangsung bersamaan dengan transformasi Bank Jakarta sebagai bank pembangunan daerah yang ingin mempunyai daya saing semakin kuat. Perusahaan tidak hanya menjalankan fungsi perbankan bagi pemerintah daerah, tetapi juga terus mengembangkan layanan bagi masyarakat dan berbagai segmen usaha. Perubahan kebutuhan nasabah, perkembangan teknologi finansial, dan kompetisi dengan bank nasional maupun platform digital membuat transformasi harus dilakukan secara berkesinambungan. Dalam proses tersebut, komunikasi kepada pemangku kepentingan menjadi penting agar arah perubahan perusahaan dapat dipahami secara jelas. Corporate Secretary mempunyai peranan untuk membantu menjaga kesinambungan informasi ketika perusahaan menjalankan berbagai agenda strategis. Tata kelola yang baik sekaligus menjadi pengaman agar ekspansi dan inovasi tetap berjalan dalam koridor pengelolaan risiko yang terukur.
Bank Jakarta juga melihat hubungan dengan pemangku kepentingan sebagai bagian penting dari proses membangun pertumbuhan berkelanjutan. Nasabah membutuhkan kepastian mengenai kualitas pelayanan dan keamanan transaksi, sedangkan regulator membutuhkan kepatuhan terhadap berbagai ketentuan industri jasa keuangan. Pemegang saham mempunyai kepentingan terhadap kinerja dan arah strategis perusahaan, sementara masyarakat membutuhkan informasi mengenai kontribusi bank terhadap pembangunan ekonomi daerah. Berbagai kebutuhan tersebut tidak selalu sama sehingga komunikasi harus dikelola secara profesional. Corporate Secretary berperan membantu menghubungkan berbagai kepentingan tersebut dengan kebijakan dan aktivitas perusahaan. Pengelolaan hubungan yang baik diharapkan dapat mengurangi kesenjangan informasi sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap institusi.
Ke depan, Bank Jakarta berencana terus mengembangkan fungsi Corporate Secretary agar semakin responsif terhadap perubahan lingkungan bisnis dan kebutuhan pemangku kepentingan. Pengembangan tersebut mencakup peningkatan kualitas tata kelola, komunikasi korporasi, koordinasi, serta pengelolaan hubungan dengan berbagai pihak. Transformasi perusahaan membutuhkan sistem komunikasi yang mampu mengikuti perubahan tanpa meninggalkan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Bank juga perlu memastikan setiap fungsi organisasi mempunyai pemahaman yang sama mengenai pentingnya tata kelola karena tanggung jawab tersebut tidak hanya berada pada satu unit. Corporate Secretary dapat menjadi salah satu penggerak koordinasi untuk memastikan berbagai kepentingan tersebut terhubung secara efektif. Dengan pendekatan tersebut, transformasi Bank Jakarta diharapkan berjalan beriringan dengan peningkatan kepercayaan pemangku kepentingan.
Penghargaan Corporate Secretary Champion 2026 menambah catatan apresiasi yang diperoleh Bank Jakarta dalam perjalanan memperkuat kualitas pengelolaan perusahaan. Pencapaian tersebut tidak dipandang sebagai tujuan akhir, melainkan menjadi momentum untuk mempertahankan standar tata kelola dan komunikasi yang telah dibangun. Tantangan industri perbankan akan terus berubah seiring perkembangan teknologi, regulasi, kondisi ekonomi, dan perilaku konsumen sehingga perusahaan harus mampu beradaptasi secara konsisten. Bank Jakarta menempatkan tata kelola sebagai salah satu fondasi untuk menjaga keberlanjutan kinerja sekaligus mendukung agenda transformasi perusahaan. Fungsi Corporate Secretary akan terus dikembangkan agar mampu menjembatani perusahaan dengan pemangku kepentingan secara profesional, transparan, dan efektif. Melalui penguatan tersebut, Bank Jakarta menargetkan berkembang sebagai bank pembangunan daerah yang semakin kompetitif sekaligus mampu memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat dan perekonomian daerah.