Jakarta, 27 Agustus 2026 – Penumpang Garuda Indonesia perlu memperhatikan perubahan ketentuan bagasi yang akan diberlakukan mulai September 2026. Maskapai nasional tersebut akan menerapkan sistem perhitungan bagasi berdasarkan jumlah koli atau pieces, bukan hanya berdasarkan total berat.
Perubahan ini membuat penumpang perlu lebih cermat ketika menyiapkan barang bawaan sebelum melakukan perjalanan. Jumlah koper atau tas yang dibawa dapat menjadi faktor penting dalam menentukan apakah bagasi masih termasuk dalam jatah gratis atau dikenakan biaya tambahan.
Bagasi Mulai Dihitung Berdasarkan Koli
Dalam sistem per koli, jatah bagasi penumpang tidak hanya melihat berapa kilogram total barang yang dibawa. Jumlah koper atau barang yang didaftarkan sebagai bagasi juga menjadi bagian dari ketentuan.
Sebagai contoh, apabila seorang penumpang mendapatkan jatah bagasi tertentu dengan jumlah koli yang ditetapkan, membawa beberapa koper dapat memiliki konsekuensi berbeda dibandingkan membawa satu koper dengan berat yang sama.
Karena itu, penumpang disarankan memperhatikan ketentuan bagasi yang tercantum pada tiket atau informasi pemesanan.
Berlaku Mulai September 2026
Perubahan ketentuan tersebut akan mulai diterapkan pada September 2026. Penumpang yang memiliki jadwal penerbangan setelah pemberlakuan aturan baru perlu mengecek kembali ketentuan bagasi yang berlaku untuk rute dan kelas penerbangannya.
Ketentuan bagasi dapat berbeda berdasarkan rute, kelas penerbangan, jenis tiket, serta program atau fasilitas tertentu yang dimiliki penumpang.
Pengecekan sebelum keberangkatan dapat membantu menghindari biaya tambahan di bandara.
Penumpang Perlu Atur Barang Bawaan
Dengan sistem per koli, cara mengemas barang menjadi semakin penting. Penumpang dapat mempertimbangkan menggabungkan barang ke dalam koper yang jumlahnya sesuai dengan jatah yang diberikan.
Namun, penggabungan barang juga tetap harus memperhatikan batas berat maksimal setiap koli yang diperbolehkan.
Artinya, membawa satu koper dengan berat berlebihan juga tidak otomatis diperbolehkan hanya karena jumlah kolinya lebih sedikit.
Potensi Biaya Bagasi Tambahan
Penumpang yang membawa bagasi melebihi ketentuan dapat dikenakan biaya sesuai kebijakan yang berlaku. Besaran biaya tambahan bergantung pada rute dan kondisi bagasi yang dibawa.
Karena itu, calon penumpang sebaiknya tidak hanya menghitung berat barang, tetapi juga jumlah koper atau koli yang akan didaftarkan.
Informasi mengenai ketentuan terbaru perlu diperiksa sebelum keberangkatan untuk memastikan barang bawaan sesuai dengan jatah yang tersedia.
Perubahan Perlu Dipahami Penumpang
Perubahan sistem bagasi merupakan hal yang perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi persiapan perjalanan. Penumpang yang sebelumnya terbiasa menghitung total berat bagasi perlu menyesuaikan cara tersebut dengan ketentuan jumlah koli.
Selain koper, barang khusus seperti peralatan olahraga, alat musik, maupun barang berukuran besar dapat memiliki aturan tersendiri.
Penumpang disarankan memastikan terlebih dahulu apakah barang yang dibawa masuk dalam kategori bagasi reguler atau membutuhkan penanganan khusus.
Cek Ketentuan Sebelum Terbang
Perubahan aturan bagasi juga membuat pemeriksaan informasi penerbangan menjadi semakin penting. Penumpang sebaiknya mengecek kembali ketentuan yang tertera pada tiket serta informasi resmi maskapai sebelum menuju bandara.
Langkah sederhana tersebut dapat membantu menghindari masalah saat proses check-in dan mencegah munculnya biaya yang tidak diperkirakan.
Mulai September 2026, penumpang Garuda Indonesia perlu memperhatikan ketentuan bagasi berdasarkan jumlah koli. Selain menghitung berat barang, jumlah koper yang didaftarkan juga menjadi faktor penting sehingga calon penumpang sebaiknya mengecek jatah bagasi sesuai tiket dan rute penerbangan sebelum berangkat.