Mataram, 16 Oktober 2026 – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram menyatakan kesiapan mendukung penyelenggaraan Kongres Internasional Bahasa Sasak sebagai upaya memperkuat pelestarian bahasa dan budaya daerah. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang pertemuan bagi akademisi, budayawan, pemerhati bahasa, serta berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap keberlangsungan bahasa Sasak. Dukungan pemerintah daerah mencerminkan komitmen untuk menjaga warisan budaya masyarakat Lombok di tengah perkembangan zaman. Bahasa Sasak dinilai memiliki nilai penting sebagai identitas masyarakat sekaligus bagian dari kekayaan bahasa Nusantara. Melalui penyelenggaraan kongres, berbagai gagasan mengenai pengembangan dan pelestarian bahasa daerah diharapkan dapat dibahas secara lebih luas.
Bahasa Sasak merupakan bahasa daerah yang digunakan oleh masyarakat suku Sasak, terutama di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Bahasa tersebut memiliki beragam dialek yang mencerminkan kekayaan sejarah dan kebudayaan masyarakat setempat. Dalam kehidupan sehari-hari, bahasa Sasak digunakan sebagai sarana komunikasi sekaligus media penyampaian nilai sosial dan tradisi. Namun, perubahan pola komunikasi masyarakat dan meningkatnya penggunaan bahasa Indonesia maupun bahasa asing menghadirkan tantangan bagi keberlanjutannya. Kondisi tersebut mendorong perlunya upaya pelestarian yang melibatkan pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat.
Pemerintah Kota Mataram memandang penyelenggaraan kongres internasional sebagai kesempatan untuk memperkenalkan bahasa Sasak kepada masyarakat yang lebih luas. Forum tersebut dapat menjadi sarana pertukaran pengetahuan mengenai perkembangan bahasa daerah serta strategi pelestariannya. Keterlibatan akademisi dan peneliti diharapkan mampu menghasilkan kajian yang bermanfaat bagi pengembangan pembelajaran bahasa Sasak. Selain itu, kegiatan tersebut berpotensi memperkuat kerja sama antarlembaga dalam bidang kebahasaan dan kebudayaan. Dengan pendekatan yang terarah, hasil kongres diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pelestarian bahasa daerah menjadi perhatian penting karena bahasa memiliki hubungan erat dengan identitas dan keberlanjutan budaya suatu kelompok masyarakat. Berbagai tradisi lisan, cerita rakyat, ungkapan adat, dan nilai kehidupan diwariskan melalui penggunaan bahasa dari satu generasi ke generasi berikutnya. Apabila penggunaan bahasa daerah semakin berkurang, sebagian pengetahuan budaya juga berisiko kehilangan media penyampaiannya. Oleh karena itu, upaya pelestarian tidak cukup hanya dilakukan melalui dokumentasi, tetapi juga perlu mendorong penggunaan bahasa dalam kehidupan sehari-hari. Keterlibatan generasi muda menjadi salah satu faktor utama dalam menjaga keberlangsungan bahasa Sasak.
Penyelenggaraan Kongres Internasional Bahasa Sasak juga berpotensi memberikan kontribusi terhadap pengembangan pendidikan berbasis budaya lokal. Hasil pembahasan dalam forum tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan untuk menyusun materi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Sekolah memiliki peran strategis dalam memperkenalkan bahasa daerah melalui kegiatan pembelajaran maupun aktivitas kebudayaan. Selain itu, perguruan tinggi dapat mendukung pelestarian melalui penelitian linguistik, pengembangan kamus, serta dokumentasi karya sastra daerah. Kolaborasi antara lembaga pendidikan dan masyarakat diharapkan mampu memperluas penggunaan bahasa Sasak di berbagai lingkungan.
Pemanfaatan teknologi digital turut menjadi peluang dalam memperkuat upaya pelestarian bahasa Sasak. Perkembangan media sosial, aplikasi pembelajaran, dan platform berbagi video memungkinkan bahasa daerah diperkenalkan melalui pendekatan yang lebih dekat dengan generasi muda. Konten digital berupa cerita rakyat, percakapan sehari-hari, maupun materi pendidikan dapat membantu meningkatkan minat masyarakat untuk mempelajari bahasa Sasak. Teknologi juga dapat dimanfaatkan untuk mendokumentasikan kosakata dan variasi dialek yang berkembang di berbagai wilayah Lombok. Dengan pengelolaan yang tepat, ruang digital berpotensi menjadi sarana penting untuk menjaga keberlanjutan bahasa daerah.
Selain memberikan manfaat kebudayaan, kongres internasional tersebut berpotensi mendukung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Kota Mataram. Kehadiran peserta dari berbagai daerah maupun negara dapat memperkenalkan kekayaan budaya Sasak kepada khalayak yang lebih luas. Kegiatan kebudayaan yang menyertai kongres juga dapat menjadi kesempatan untuk menampilkan seni tradisional, kerajinan, dan produk lokal masyarakat. Pelaku usaha di bidang perhotelan, kuliner, dan transportasi berpotensi memperoleh manfaat dari penyelenggaraan kegiatan berskala internasional. Oleh karena itu, dukungan pemerintah daerah dapat mencakup koordinasi penyelenggaraan serta penguatan promosi budaya dan pariwisata.
Kesiapan Pemkot Mataram mendukung Kongres Internasional Bahasa Sasak menjadi langkah positif dalam memperkuat perhatian terhadap pelestarian bahasa daerah. Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan pembahasan akademis, tetapi juga rekomendasi yang dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat. Keberhasilan pelestarian bahasa membutuhkan komitmen berkelanjutan dari pemerintah, akademisi, tokoh adat, lembaga pendidikan, dan generasi muda. Pengembangan program pembelajaran serta pemanfaatan teknologi menjadi sejumlah pendekatan yang dapat mendukung upaya tersebut. Melalui kerja sama berbagai pihak, bahasa Sasak diharapkan tetap berkembang sebagai bagian penting dari identitas budaya masyarakat Lombok dan kekayaan kebahasaan Indonesia.