Jakarta, 18 September 2026 – Pelatih Chelsea Xabi Alonso menyambut perubahan struktur kepemilikan klub setelah Clearlake Capital mengambil kendali penuh atas The Blues menyusul penjualan saham Todd Boehly dan Mark Walter. Alonso menilai perubahan tersebut menjadi momen penting bagi Chelsea karena memberikan kejelasan mengenai pihak yang memegang kendali utama dalam perjalanan klub ke depan. Clearlake sebelumnya telah menjadi pemegang saham mayoritas Chelsea dengan kepemilikan 61,5 persen. Setelah mengambil alih saham Boehly dan Walter, perusahaan investasi tersebut kini mempunyai kendali penuh atas klub London Barat itu. Behdad Eghbali, salah satu pendiri Clearlake, diperkirakan memainkan peran yang semakin besar dalam menentukan arah Chelsea. Alonso menyambut perubahan itu sebagai bagian dari kelanjutan proyek yang sedang dibangun di Stamford Bridge.
Chelsea mengumumkan Clearlake akan mengambil alih kepemilikan saham Boehly dan Walter dalam perubahan struktur yang diumumkan pada pertengahan pekan. Sebelum transaksi tersebut, Boehly dan Walter masing-masing memegang sekitar 12,8 persen saham klub. Boehly juga menjadi figur publik utama dalam kelompok pemilik Chelsea sejak konsorsium mengambil alih klub dari Roman Abramovich pada Mei 2022. Dengan transaksi terbaru, masa jabatan Boehly sebagai chairman Chelsea berakhir. Hansjörg Wyss tetap menjadi pemangku kepentingan dan mitra penting dalam kelompok kepemilikan klub. Chelsea menyatakan perubahan tersebut tidak diperkirakan mengubah operasi sehari-hari maupun arah strategis yang telah dibangun.
Alonso mengatakan perubahan besar dalam struktur klub membuat periode tersebut menjadi hari penting bagi Chelsea. Pelatih asal Spanyol itu juga menyampaikan penghargaan kepada pemilik sebelumnya atas kontribusi yang diberikan sejak mengambil alih klub pada 2022. Alonso memang belum berada di Stamford Bridge ketika Boehly dan kelompok investor baru memulai kepemilikannya, tetapi ia mengetahui peran yang mereka jalankan dalam membangun fondasi klub. Sejak periode tersebut, investasi dilakukan pada skuad putra dan putri, tim usia muda, fasilitas latihan Cobham, layanan medis, pengembangan akademi, serta struktur kepemimpinan olahraga dan bisnis. Alonso kini akan bekerja dengan struktur kepemilikan yang lebih terkonsolidasi di bawah Clearlake. Ia berharap kejelasan tersebut dapat membantu Chelsea menjalankan proyek jangka panjang secara konsisten.
Hubungan Alonso dengan Eghbali juga telah terbangun sebelum dirinya resmi menjadi pelatih Chelsea. Alonso mengungkapkan Eghbali merupakan sosok yang datang ke Madrid untuk menjelaskan proyek Chelsea dan meyakinkannya agar menerima pekerjaan di Stamford Bridge. Pembicaraan tersebut kemudian menjadi salah satu bagian dari proses yang membawa Alonso ke London. Chelsea secara resmi menunjuk Alonso sebagai pelatih tim utama dengan kontrak empat tahun dan masa kerja yang dimulai pada 1 Juli 2026. Ketika menerima pekerjaan tersebut, Alonso menyatakan dirinya dan kelompok pemilik mempunyai ambisi yang sama untuk membangun tim yang mampu bersaing secara konsisten di level tertinggi. Hubungan kerja dengan Eghbali kini menjadi semakin penting setelah Clearlake memperoleh kendali penuh atas klub.
Alonso menggambarkan Chelsea telah menyelesaikan fase pertama dalam pembangunan skuad dan sekarang bersiap memasuki tahap berikutnya. Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa perubahan kepemilikan tidak dipandang sebagai alasan untuk memulai proyek dari awal. Sebaliknya, Alonso ingin melanjutkan fondasi yang telah dibangun sejak dirinya bergabung pada musim panas 2026. Chelsea mempunyai skuad dengan banyak pemain muda dan kontrak jangka panjang yang menjadi bagian dari strategi klub dalam beberapa tahun terakhir. Tantangannya adalah mengubah investasi tersebut menjadi konsistensi performa serta pencapaian di berbagai kompetisi. Alonso sejak awal menekankan pembangunan budaya tim, kerja keras, dan target meraih trofi sebagai bagian dari pekerjaannya. Dengan struktur kepemilikan yang lebih jelas, fokus berikutnya diarahkan pada pelaksanaan rencana tersebut.
Perubahan kepemilikan terbaru menutup salah satu babak penting Chelsea yang dimulai ketika konsorsium pimpinan Boehly dan Clearlake membeli klub pada 2022. Transaksi saat itu bernilai sekitar 4,25 miliar poundsterling dan terjadi setelah pemerintah Inggris mewajibkan penjualan klub menyusul sanksi terhadap Abramovich. Boehly kemudian menjadi salah satu wajah utama kepemilikan baru dan sempat terlibat langsung dalam urusan olahraga klub. Periode tersebut diwarnai investasi besar dalam perekrutan pemain serta perubahan pada struktur manajemen dan kepelatihan. Clearlake sejak awal sebenarnya telah memegang porsi saham terbesar, tetapi pengambilan keputusan dilakukan melalui struktur kepemilikan bersama. Akuisisi saham Boehly dan Walter kini membuat pembagian kendali menjadi lebih sederhana dibandingkan periode sebelumnya.
Clearlake melalui Eghbali dan José E. Feliciano menyatakan komitmen untuk melanjutkan investasi pada Chelsea. Infrastruktur, performa tim, dan pembangunan jangka panjang tetap menjadi bidang yang mendapatkan perhatian dalam era kepemilikan berikutnya. Chelsea juga menyatakan kelompok pemilik sejak 2022 telah berupaya membangun fondasi yang berkelanjutan untuk kesuksesan olahraga dalam jangka panjang. Investasi tidak hanya diarahkan kepada pembelian pemain tim utama, tetapi juga mencakup akademi, fasilitas latihan, dukungan pemain, dan struktur organisasi. Model tersebut diharapkan dapat memberikan Chelsea fondasi yang lebih stabil setelah beberapa tahun mengalami perubahan besar. Alonso akan menjadi figur penting pada sisi olahraga karena dirinya bertanggung jawab mengubah investasi dan perencanaan tersebut menjadi performa di lapangan.
Perhatian Alonso dalam waktu dekat tetap tertuju pada pertandingan Chelsea dan bukan semata-mata perubahan di tingkat pemilik. The Blues memasuki periode awal musim dengan kebutuhan membangun konsistensi setelah musim sebelumnya berakhir di posisi ke-10 Liga Inggris. Chelsea mengakhiri musim 2025-2026 dengan 52 poin dari 38 pertandingan sehingga tidak mendapatkan posisi yang mereka inginkan di papan atas. Alonso kemudian dipercaya memimpin proyek baru mulai musim panas dengan kontrak sampai 2030. Perubahan kepemilikan berlangsung ketika musim 2026-2027 telah berjalan sehingga kontinuitas dalam pekerjaan tim menjadi penting. Chelsea menyatakan tidak ada perubahan yang diperkirakan terjadi pada operasional harian maupun arah strategis klub akibat transaksi kepemilikan tersebut.
Alonso juga menilai kejelasan mengenai figur utama dalam struktur pemilik merupakan perkembangan positif bagi tim. Ia menyebut semakin besarnya peran Eghbali membuat Chelsea mengetahui dengan jelas pihak yang akan menjadi penggerak utama proyek klub. Kondisi tersebut dapat mempermudah komunikasi antara pelatih, struktur olahraga, dan pemilik ketika mengambil keputusan strategis. Alonso sendiri telah mempunyai jalur komunikasi langsung dengan Eghbali sejak proses perekrutannya. Kesamaan pandangan mengenai pembangunan tim menjadi salah satu alasan Alonso menerima tawaran Chelsea. Kini hubungan tersebut memasuki tahap baru karena Clearlake tidak lagi berbagi kendali dengan Boehly dan Walter seperti sebelumnya. Fokus klub berikutnya adalah mempertahankan stabilitas sambil mengejar peningkatan prestasi di lapangan.
Era baru kepemilikan Chelsea dengan demikian berlangsung bersamaan dengan proyek olahraga yang baru beberapa bulan dijalankan Alonso. Clearlake mengambil kendali penuh setelah membeli saham Boehly dan Walter, sementara Wyss tetap berada dalam kelompok kepemilikan sebagai pemangku kepentingan. Alonso memilih menyambut perubahan tersebut secara positif dan menekankan bahwa ambisi Chelsea tetap jelas. Ia juga memberikan penghargaan terhadap kontribusi kelompok pemilik sebelumnya sebelum mengalihkan perhatian pada tahap pembangunan berikutnya. Bagi Chelsea, perubahan struktur kepemilikan memberikan kejelasan baru mengenai kendali klub tanpa harus menghentikan rencana yang sudah berjalan. Tantangan Alonso dan manajemen sekarang adalah memastikan stabilitas di tingkat pemilik dapat diikuti perkembangan tim secara konsisten dalam persaingan domestik maupun kompetisi lainnya.