Roma, 20 September 2026 – AS Roma harus puas berbagi satu poin dengan Inter Milan setelah bermain imbang 2-2 dalam pertandingan pekan kelima Liga Italia 2026/2027 di Stadion Olimpico, Sabtu, 19 September 2026. Roma sempat berada dalam posisi nyaman setelah Manu Kone mencetak dua gol pada babak pertama. Inter kemudian menunjukkan respons kuat selepas turun minum melalui dua gol kapten mereka, Lautaro Martinez. Hasil tersebut membuat kedua tim sama-sama gagal mempertahankan catatan kemenangan sempurna pada awal musim. Meski demikian, Roma dan Inter masih belum terkalahkan setelah menjalani lima pertandingan Serie A. Roma tetap berada di puncak klasemen berkat keunggulan selisih gol.
Roma memulai pertandingan dengan agresif dan hanya membutuhkan enam menit untuk membuka keunggulan. Serangan tuan rumah berakhir dengan bola yang diterima Manu Kone di dalam kotak penalti setelah mendapat umpan dari Nahuel Molina. Gelandang asal Prancis itu kemudian melepaskan tembakan mendatar yang gagal dihentikan kiper Inter, Josep Martinez. Gol cepat tersebut membuat Roma semakin percaya diri menekan pertahanan tim tamu. Paulo Dybala mendapatkan peluang pada menit ke-20 melalui tembakan dari tepi kotak penalti, tetapi bola masih melebar tipis. Inter harus bekerja keras menghadapi intensitas permainan Roma yang tinggi pada fase awal pertandingan.
Inter perlahan mampu keluar dari tekanan dan menciptakan sejumlah kesempatan untuk menyamakan kedudukan. Yann Bisseck memperoleh peluang pada menit ke-26 ketika berhasil berhadapan dengan Mile Svilar, tetapi kiper Roma tersebut melakukan penyelamatan penting. Beberapa menit kemudian, Alessandro Bastoni juga mengancam melalui tembakan dari sudut sempit. Bola hasil tendangannya mengenai tiang sehingga Roma masih mempertahankan keunggulan. Momentum Inter tersebut justru terhenti ketika tuan rumah kembali mencetak gol. Roma memperlihatkan efektivitas tinggi dalam memanfaatkan kesempatan meskipun Inter mulai meningkatkan tekanan.
Kone kembali menjadi pembeda pada menit ke-37 dengan mencetak gol keduanya dalam pertandingan tersebut. Ia menyelesaikan bola dari jarak dekat untuk membawa Roma unggul 2-0. Gol sempat diperiksa melalui VAR sebelum akhirnya dinyatakan sah. Keunggulan dua gol membuat Roma menutup babak pertama dalam posisi yang sangat menguntungkan. Pasukan Gian Piero Gasperini mampu memanfaatkan tekanan dan kecepatan transisi untuk memberikan masalah kepada pertahanan Inter. Sementara itu, tim tamu membutuhkan perubahan besar pada babak kedua apabila ingin membawa pulang poin dari Olimpico.
Inter langsung memberikan respons hanya beberapa saat setelah pertandingan dilanjutkan. Pada menit ke-46, Marcus Thuram mengirimkan bola dari sisi kiri yang berhasil diselesaikan Lautaro Martinez menjadi gol. Penyerang Argentina tersebut mengarahkan bola ke sudut gawang dan memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2. Gol cepat selepas turun minum mengubah momentum pertandingan karena Inter mulai meningkatkan intensitas serangan. Thuram kembali memperoleh peluang pada menit ke-59, tetapi tembakannya masih melebar. Roma juga tidak sepenuhnya bertahan dan tetap berusaha mencari gol ketiga melalui serangan balik serta situasi bola mati.
Donyell Malen hampir mengembalikan keunggulan dua gol Roma pada menit ke-68. Ia melepaskan tembakan di dalam kotak penalti setelah situasi sepak pojok, tetapi upayanya tidak menghasilkan gol. Inter kemudian terus meningkatkan tekanan dengan memasukkan sejumlah pemain baru untuk menambah energi pada lini tengah dan sisi lapangan. Pertahanan Roma dipaksa bekerja lebih dalam menghadapi gelombang serangan tim tamu. Inter akhirnya mendapatkan hasil dari tekanan tersebut ketika pertandingan memasuki sekitar 11 menit terakhir waktu normal. Lautaro sekali lagi muncul sebagai pemain penting bagi Nerazzurri.
Gol penyeimbang Inter tercipta pada menit ke-79 melalui Lautaro Martinez. Dalam situasi serangan yang berlangsung di dalam kotak penalti Roma, Inter terus mempertahankan penguasaan bola setelah peluang awal berhasil digagalkan. Bola kemudian jatuh kepada Lautaro yang melepaskan tembakan keras untuk menaklukkan Svilar. Gol tersebut menjadi gol kedua Lautaro dalam pertandingan sekaligus mengubah skor menjadi 2-2. Kedua tim masih mendapatkan kesempatan mencari gol kemenangan pada sisa pertandingan, tetapi tidak ada peluang yang mampu dikonversi. Skor imbang akhirnya bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Hasil di Olimpico membuat Roma dan Inter sama-sama mengoleksi 13 poin dari lima pertandingan. Roma berada di posisi teratas dengan selisih gol +11, sedangkan Inter memiliki selisih gol +7. Lazio kemudian juga mengumpulkan 13 poin setelah mengalahkan Venezia 2-0, sehingga persaingan di papan atas semakin rapat. Cagliari berada tepat di belakang kelompok tersebut dengan 12 poin setelah menang 1-0 atas Udinese. Roma dan Inter sama-sama mencatat empat kemenangan dan satu hasil imbang dalam lima laga pertama. Pertemuan di Olimpico menjadi pertandingan pertama musim ini ketika kedua tim kehilangan poin di Serie A.
Bagi Roma, hasil imbang terasa berbeda setelah mereka sempat memiliki keunggulan dua gol pada babak pertama. Namun, performa Kone dan kemampuan tim menciptakan peluang melawan salah satu pesaing utama tetap menjadi catatan positif. Inter, di sisi lain, memperlihatkan kemampuan bangkit setelah menjalani 45 menit pertama yang sulit. Dua gol Lautaro menjadi faktor utama yang memastikan Nerazzurri tidak pulang dengan kekalahan. Persaingan papan atas Serie A pun tetap terbuka setelah duel dua tim yang sebelumnya sama-sama memiliki catatan sempurna tersebut. Roma mempertahankan posisi teratas, sementara Inter tetap menempel ketat dengan jumlah poin yang sama.