Jakarta, 4 Juni 2026 – Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim, akhirnya mendatangi Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi pada Rabu malam setelah sebelumnya menjadi pihak yang dicari penyidik dalam pengembangan kasus operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Kantor Imigrasi Jakarta Barat. Kedatangan Silmy menjadi sorotan karena terjadi hanya beberapa jam setelah KPK secara terbuka meminta dirinya bersikap kooperatif dan menyerahkan diri.
Sebelumnya, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengungkapkan bahwa tim penyidik masih melakukan pencarian terhadap Silmy Karim sebagai bagian dari rangkaian penyidikan OTT yang menjerat sejumlah pejabat imigrasi. KPK saat itu menyatakan telah memperoleh informasi bahwa Silmy berada di wilayah Jakarta dan meminta yang bersangkutan segera memenuhi panggilan penyidik untuk membantu proses hukum yang sedang berjalan.
Momen penyerahan diri terjadi pada Rabu malam ketika Silmy tiba di kantor KPK dan langsung menjalani pemeriksaan. Kehadirannya menandai berakhirnya pencarian yang dilakukan penyidik sejak operasi tangkap tangan di Kantor Imigrasi Jakarta Barat mencuat ke publik. Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk sikap kooperatif dalam menghadapi proses hukum yang sedang berlangsung.
Kasus yang sedang didalami KPK berkaitan dengan dugaan praktik korupsi dalam pengurusan dokumen izin tinggal warga negara asing, termasuk izin tinggal terbatas dan izin tinggal tetap, yang diduga berlangsung pada periode saat Silmy masih menjabat sebagai Direktur Jenderal Imigrasi. Penyidik terus mengembangkan perkara setelah melakukan OTT dan mengamankan sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam praktik tersebut.
Hingga kini, KPK masih terus melakukan pemeriksaan dan pengumpulan alat bukti untuk mengungkap secara menyeluruh konstruksi perkara serta peran masing-masing pihak. Kedatangan Silmy Karim ke KPK diperkirakan akan menjadi salah satu bagian penting dalam proses penyidikan yang tengah berjalan. Publik pun menantikan hasil pemeriksaan dan perkembangan lebih lanjut terkait kasus yang menjadi perhatian nasional tersebut.