Jakarta, 14 Mei 2026 – Presiden Xi Jinping menegaskan bahwa hubungan ekonomi dan perdagangan antara Amerika Serikat dan China pada dasarnya bersifat saling menguntungkan dan memiliki peran besar terhadap stabilitas ekonomi dunia. Pernyataan tersebut muncul di tengah dinamika hubungan kedua negara yang selama beberapa tahun terakhir kerap diwarnai persaingan dagang, isu teknologi, hingga ketegangan geopolitik. Xi menilai kerja sama ekonomi antara dua kekuatan terbesar dunia itu tetap menjadi faktor penting dalam menjaga rantai pasok global, pertumbuhan investasi, serta kestabilan pasar internasional.
Dalam berbagai kesempatan, pemerintah China menekankan bahwa hubungan dagang yang sehat antara Beijing dan Washington dapat memberikan manfaat besar bagi pelaku usaha maupun masyarakat di kedua negara. Volume perdagangan yang sangat besar membuat sektor industri, teknologi, manufaktur, dan konsumsi saling terhubung secara erat. Karena itu, setiap ketegangan kebijakan antara AS dan China kerap berdampak langsung terhadap pasar global, termasuk nilai investasi dan harga komoditas internasional. Pernyataan Xi Jinping dianggap sebagai sinyal bahwa China masih membuka ruang dialog ekonomi demi menjaga hubungan bilateral tetap stabil di tengah persaingan strategis yang terus berkembang.
Selama beberapa tahun terakhir, hubungan dagang AS-China memang mengalami berbagai fase ketegangan, mulai dari tarif impor, pembatasan teknologi, hingga isu keamanan ekonomi. Meski demikian, kedua negara tetap memiliki ketergantungan ekonomi yang kuat dalam banyak sektor penting. Banyak perusahaan global masih bergantung pada rantai produksi China, sementara pasar Amerika Serikat tetap menjadi tujuan utama ekspor bagi banyak industri manufaktur. Para analis menilai hubungan tersebut membuat kedua negara sulit benar-benar terpisah secara ekonomi meskipun persaingan politik dan teknologi terus meningkat.
Pernyataan Xi juga dipandang sebagai upaya memperkuat kepercayaan pasar internasional yang belakangan menghadapi tekanan akibat ketidakpastian ekonomi global. Stabilitas hubungan perdagangan antara AS dan China dinilai sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi dunia karena kedua negara menyumbang porsi besar terhadap aktivitas perdagangan internasional. Ketika hubungan keduanya membaik, pasar global cenderung merespons positif karena adanya harapan terhadap kelancaran investasi dan distribusi barang lintas negara. Sebaliknya, peningkatan konflik dagang sering memicu kekhawatiran investor terhadap perlambatan ekonomi global.
Di tengah situasi geopolitik yang masih dinamis, banyak pihak berharap komunikasi ekonomi antara Washington dan Beijing tetap terbuka untuk mencegah eskalasi ketegangan yang dapat berdampak luas terhadap dunia internasional. Pengamat hubungan internasional menilai kerja sama pragmatis di sektor perdagangan masih menjadi kepentingan bersama bagi kedua negara meskipun terdapat perbedaan besar dalam berbagai isu strategis lainnya. Pernyataan Xi Jinping pun dipandang sebagai pengingat bahwa stabilitas ekonomi global saat ini masih sangat dipengaruhi oleh arah hubungan antara Amerika Serikat dan China.