Jakarta, 6 Mei 2026 — Pernyataan sejumlah pejabat dan tokoh politik Israel yang menyerukan aksi terkait kawasan Masjid Al-Aqsa memicu kekhawatiran dan reaksi luas dari berbagai pihak internasional.
Seruan tersebut disebut berkaitan dengan dorongan untuk meningkatkan aktivitas dan kehadiran kelompok tertentu di kawasan kompleks Al-Aqsa yang selama ini menjadi salah satu titik sensitif dalam konflik Israel dan Palestina.
Pernyataan itu langsung memicu kecaman dari berbagai kalangan karena dikhawatirkan dapat memperbesar ketegangan di Yerusalem dan kawasan Timur Tengah secara umum. Banyak pihak mengingatkan bahwa status dan kesucian Al-Aqsa merupakan isu yang sangat sensitif bagi umat Muslim di seluruh dunia.
Masjid Al-Aqsa sendiri berada di kawasan Kota Tua Yerusalem dan memiliki nilai religius serta historis yang sangat tinggi. Lokasi tersebut kerap menjadi pusat ketegangan politik dan keamanan antara Israel dan Palestina.
Pengamat internasional menilai setiap pernyataan atau tindakan yang dianggap menyentuh status quo kawasan Al-Aqsa berpotensi memicu gelombang protes dan eskalasi konflik. Karena itu, banyak negara menyerukan penahanan diri dan penghormatan terhadap kesepakatan yang telah berlaku selama ini.
Sejumlah organisasi dan negara juga mendesak agar tempat-tempat suci tetap dijaga dari tindakan yang dapat memicu provokasi maupun bentrokan antarwarga.
Ketegangan di kawasan Yerusalem dalam beberapa tahun terakhir memang sering meningkat akibat persoalan akses, keamanan, dan klaim politik terhadap lokasi-lokasi suci yang memiliki arti penting bagi berbagai agama.
Hingga kini, situasi di sekitar Al-Aqsa terus menjadi perhatian dunia internasional. Banyak pihak berharap seluruh pihak dapat mengedepankan dialog dan menjaga stabilitas agar konflik tidak semakin meluas di kawasan tersebut.