Jakarta, 8 Mei 2026 – Badan Koordinasi Organisasi Masyarakat Republik Indonesia (Bakom RI) memberikan penjelasan terkait pertemuan yang sempat menjadi sorotan publik dengan pihak Homeless Media. Dalam keterangannya, Bakom RI menegaskan bahwa pertemuan tersebut tidak berkaitan dengan kontrak kerja sama ataupun kesepakatan bisnis tertentu.
Pihak Bakom RI menyebut agenda tersebut murni merupakan ajang silaturahmi dan diskusi mengenai berbagai isu sosial serta perkembangan media digital di Indonesia. Klarifikasi disampaikan untuk meluruskan berbagai spekulasi yang berkembang di media sosial setelah dokumentasi pertemuan beredar luas.
Menurut perwakilan Bakom RI, pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana santai dan terbuka. Sejumlah topik dibahas, mulai dari peran media independen, penyebaran informasi di era digital, hingga pentingnya menjaga komunikasi antarorganisasi dan komunitas kreatif.
Bakom RI menegaskan tidak ada penandatanganan kontrak, kerja sama formal, ataupun bentuk transaksi lain dalam agenda tersebut. Mereka menyebut hubungan yang terjalin sebatas komunikasi dan pertukaran pandangan mengenai berbagai isu yang berkembang di masyarakat.
Klarifikasi itu disampaikan setelah muncul berbagai asumsi yang mengaitkan pertemuan tersebut dengan proyek tertentu. Bakom RI menilai penting untuk memberikan penjelasan langsung agar informasi yang beredar di publik tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Pihak Homeless Media juga disebut hadir sebagai bagian dari komunitas media yang aktif membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat. Pertemuan dinilai sebagai hal wajar dalam membangun jejaring dan diskusi lintas sektor.
Sejumlah pengamat komunikasi menilai klarifikasi terbuka seperti ini penting untuk menjaga transparansi di ruang publik, terutama ketika sebuah pertemuan melibatkan organisasi dan media yang memiliki perhatian masyarakat cukup besar.
Di era digital saat ini, dokumentasi pertemuan yang tersebar di media sosial sering kali memunculkan berbagai interpretasi berbeda. Karena itu, penjelasan resmi dari pihak terkait dianggap perlu agar tidak berkembang menjadi informasi yang menyesatkan.
Bakom RI menambahkan bahwa pihaknya terbuka untuk berdialog dengan berbagai komunitas, organisasi, maupun media selama bertujuan positif dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Mereka juga berharap publik tidak langsung menarik kesimpulan tanpa mengetahui konteks sebenarnya dari sebuah pertemuan.
Dengan adanya penjelasan tersebut, Bakom RI berharap polemik yang muncul dapat mereda dan masyarakat memperoleh informasi yang lebih utuh mengenai agenda yang sebenarnya terjadi.