Jakarta, 9 September 2026 – Bek Timnas Indonesia Mees Hilgers akhirnya buka suara mengenai perpisahan yang tidak berjalan mulus dengan FC Twente, klub yang telah menjadi bagian penting dalam kehidupannya selama hampir 15 tahun. Pemain berusia 25 tahun itu resmi meninggalkan klub asal Enschede pada 31 Agustus 2026 dan melanjutkan karier bersama SC Heerenveen. Kepindahan tersebut sekaligus mengakhiri periode penuh ketidakpastian yang diwarnai persoalan kontrak, kesulitan mencari klub baru, hingga cedera serius yang sempat menghambat kariernya. Hilgers mengakui terlalu banyak masalah yang terjadi dalam periode terakhirnya bersama Twente sehingga memilih menutup lembaran tersebut. Meski demikian, kenangan panjang sejak akademi hingga menjadi pemain tim utama membuat perpisahan itu tetap terasa emosional baginya.
Hilgers bergabung dengan akademi FC Twente pada 2011 setelah sebelumnya berada di Sparta Nijkerk. Saat itu usianya baru sekitar 10 tahun dan perjalanan panjangnya di Enschede kemudian membawanya melewati seluruh jenjang pembinaan klub. Ia akhirnya memperoleh kesempatan menjalani debut bersama tim utama pada Desember 2020 dan berkembang menjadi salah satu bek yang cukup sering mendapatkan kepercayaan. Data resmi klub mencatat Hilgers tampil 129 kali dan mencetak empat gol untuk FC Twente, sementara catatan yang memasukkan seluruh kompetisi dan penghitungan berbeda menyebut jumlah penampilannya mencapai 132 pertandingan. Perjalanan tersebut membuat Twente bukan sekadar tempat bekerja bagi Hilgers, melainkan lingkungan yang membentuk sebagian besar kehidupan pribadi dan profesionalnya.
Hubungan panjang itu kemudian mengalami periode sulit ketika masa depan Hilgers mulai menjadi pembicaraan. Sang pemain sebelumnya ingin mencari tantangan baru, tetapi proses kepindahan tidak berjalan sesuai harapan dan situasi kontraknya justru semakin rumit. Hilgers sempat tidak menjadi bagian reguler dari skuad pertandingan ketika persoalan mengenai kelanjutan kontraknya belum menemui penyelesaian. Pada saat bersamaan, ia mengalami cedera ligamen lutut yang membuat kesempatan bermain semakin terbatas dan proses pemulihan membutuhkan waktu panjang. Pertandingan terakhirnya bersama Twente tercatat berlangsung pada Mei 2025 sehingga ia menjalani periode cukup lama tanpa tampil dalam pertandingan kompetitif. Situasi tersebut membuat fase terakhir kariernya di klub berbeda jauh dibandingkan perjalanan positif yang sebelumnya ia rasakan.
Persoalan semakin kompleks ketika kontrak Hilgers secara otomatis diperpanjang satu musim hingga pertengahan 2027. FC Twente menjelaskan mekanisme tersebut terjadi berdasarkan ketentuan dalam perjanjian kerja kolektif pemain sepak bola profesional Belanda karena klub tidak menghentikan kontrak sebelum batas waktu yang berlaku dan Hilgers juga tidak melakukan penghentian sebelum tenggat yang ditentukan. Hilgers kemudian mengaku dirinya tidak memahami secara detail aturan tersebut dan menilai persoalan itu seharusnya dapat dicegah apabila mendapatkan informasi yang tepat dari pihak yang mengurus kepentingannya. Kondisi tersebut membuat proses mencari jalan keluar kembali menjadi panjang karena secara administratif dirinya masih terikat dengan Twente. Pada akhirnya, kesepakatan transfer dengan Heerenveen menjadi solusi yang memungkinkan kedua pihak mengakhiri hubungan kerja tersebut.
Setelah kepindahannya selesai, Hilgers mengungkapkan bahwa berbagai persoalan tersebut meninggalkan pengalaman yang tidak menyenangkan. Ia mengatakan ingin melupakan babak itu karena merasa sudah menghadapi terlalu banyak masalah selama periode terakhirnya di klub. Namun, pernyataan tersebut tidak membuatnya menghapus seluruh kenangan positif bersama Twente. Hilgers tetap mengingat kesempatan bermain di kompetisi Eropa dan berbagai pengalaman penting lain yang diperolehnya bersama klub. Ia juga tumbuh secara pribadi di Enschede, mulai dari menjalani pendidikan hingga pertama kali hidup mandiri dan membangun lingkaran pertemanan. Karena ikatan itulah, berakhirnya hubungan dengan situasi yang kurang harmonis menjadi sesuatu yang disayangkannya.
Hilgers juga merasa citra yang berkembang mengenai dirinya selama polemik berlangsung tidak sepenuhnya sesuai dengan keadaan sebenarnya. Ia merasa sempat digambarkan sebagai pemain yang hanya memikirkan kepentingan karier pribadi, sementara dirinya mempunyai pandangan berbeda mengenai apa yang terjadi di balik layar. Bek Timnas Indonesia tersebut memilih tidak mengungkap seluruh detail perselisihan karena ingin meninggalkannya sebagai bagian dari masa lalu. Menurutnya, orang-orang yang bekerja bersamanya setiap hari, termasuk sejumlah mantan rekan setim, memahami situasi yang sebenarnya. Ia juga mengaku tetap menerima banyak dukungan dari pemain Twente selama melewati masa sulit tersebut. Hilgers kini lebih memilih mengarahkan perhatian kepada kesempatan baru daripada terus memperpanjang polemik dengan mantan klubnya.
Perpisahan tersebut bahkan berlangsung begitu cepat sehingga Hilgers belum sempat berbicara langsung dengan seluruh mantan rekan setimnya sebelum pindah. Ia menjalani salah satu sesi latihan terakhirnya menjelang akhir pekan, sementara skuad Twente kemudian harus mempersiapkan pertandingan sehingga tidak tersedia banyak kesempatan untuk melakukan perpisahan secara langsung. Situasi itu menambah kesan tidak biasa pada akhir perjalanan pemain yang sudah berada di lingkungan klub sejak masih anak-anak. Di sisi lain, manajemen Twente tetap memberikan penghargaan terhadap kontribusinya selama hampir 15 tahun. Klub menyampaikan terima kasih atas perjalanan Hilgers sejak sembilan tahun berada di akademi hingga hampir enam tahun menjadi bagian dari tim utama.
Kini Hilgers mencoba memulai kembali kariernya bersama SC Heerenveen setelah kedua klub mencapai kesepakatan transfer pada penghujung Agustus. Heerenveen memberinya kontrak hingga musim panas 2028 dengan opsi perpanjangan satu tahun, memberikan kepastian yang dibutuhkan setelah periode panjang tanpa pertandingan kompetitif. Tantangan terbesarnya adalah mengembalikan kondisi fisik sekaligus ritme pertandingan setelah cedera dan minimnya menit bermain. Kesempatan bermain secara reguler menjadi sangat penting bukan hanya untuk karier klubnya, tetapi juga dalam persaingan mendapatkan tempat di Timnas Indonesia. Pada usia 25 tahun, Hilgers masih mempunyai waktu panjang untuk membangun kembali momentum dan menjadikan kepindahan tersebut sebagai titik awal baru dalam perjalanan profesionalnya.
Perjalanan Hilgers meninggalkan FC Twente pada akhirnya memperlihatkan kontras antara ikatan panjang dengan akhir hubungan yang tidak berjalan seperti yang diharapkan. Hampir 15 tahun bersama membuat Twente tetap mempunyai tempat khusus karena klub tersebut membawanya dari pemain akademi menuju sepak bola profesional dan kompetisi Eropa. Namun, persoalan kontrak, cedera, dan perbedaan pandangan membuat fase terakhir kebersamaan mereka berubah menjadi pengalaman pahit. Hilgers memilih tidak membuka seluruh persoalan kepada publik dan ingin menempatkannya sebagai masa lalu, sementara FC Twente juga telah melepasnya untuk melanjutkan perjalanan bersama Heerenveen. Fokus pemain Timnas Indonesia tersebut sekarang adalah kembali bermain secara konsisten dan membuktikan kualitasnya di lapangan setelah melewati periode panjang yang penuh ketidakpastian.