Jakarta, 5 Juni 2026 – Anggota DPR RI Andre Rosiade melakukan peninjauan langsung terhadap distribusi solar subsidi di sejumlah wilayah di Sumatera Barat menyusul keluhan masyarakat mengenai kelangkaan bahan bakar tersebut dalam beberapa waktu terakhir. Dalam kunjungannya, Andre menegaskan bahwa persoalan yang terjadi bukan disebabkan oleh kekurangan kuota solar subsidi yang dialokasikan untuk daerah tersebut. Menurutnya, berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak terkait dan peninjauan di lapangan, pasokan yang disediakan masih berada dalam batas yang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, perhatian utama saat ini diarahkan pada aspek distribusi dan pengawasan agar penyaluran solar subsidi dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat yang berhak memperoleh akses terhadap bahan bakar bersubsidi tanpa hambatan.
Andre menjelaskan bahwa pemerintah telah menetapkan kuota solar subsidi dengan mempertimbangkan kebutuhan masing-masing daerah, termasuk Sumatera Barat. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari instansi terkait, alokasi yang tersedia masih sesuai dengan perencanaan dan belum menunjukkan indikasi kekurangan pasokan secara keseluruhan. Namun, di beberapa lokasi ditemukan adanya antrean panjang dan kesulitan masyarakat dalam memperoleh solar subsidi. Kondisi tersebut mendorong perlunya evaluasi terhadap mekanisme distribusi agar pasokan yang tersedia dapat tersalurkan secara merata ke seluruh wilayah. Menurutnya, persoalan distribusi sering kali menjadi faktor utama yang menyebabkan munculnya persepsi kelangkaan di tingkat masyarakat.
Dalam peninjauan tersebut, Andre juga berdialog dengan pengelola stasiun pengisian bahan bakar, pelaku usaha, sopir angkutan, serta masyarakat yang terdampak oleh kondisi tersebut. Berbagai masukan yang diterima akan menjadi bahan evaluasi untuk disampaikan kepada pihak terkait guna mencari solusi yang lebih efektif. Ia menekankan pentingnya pengawasan terhadap penyaluran solar subsidi agar tidak terjadi penyimpangan yang berpotensi mengganggu ketersediaan bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Selain itu, pemanfaatan sistem pemantauan distribusi dinilai perlu terus diperkuat untuk meningkatkan transparansi dan akurasi data penyaluran. Dengan pengawasan yang lebih baik, diharapkan distribusi dapat berlangsung lebih tertib dan efisien.
Kelangkaan solar subsidi kerap menjadi perhatian karena berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya sektor transportasi, perikanan, dan usaha kecil yang bergantung pada bahan bakar tersebut. Ketika pasokan sulit diperoleh di tingkat pengguna, biaya operasional berbagai sektor dapat meningkat dan berpotensi memengaruhi harga barang serta jasa. Oleh sebab itu, pemerintah dan pemangku kepentingan terkait terus berupaya menjaga stabilitas distribusi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Andre menilai koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, badan usaha energi, dan aparat pengawas harus terus diperkuat untuk mencegah terjadinya gangguan distribusi di lapangan. Pendekatan kolaboratif dianggap penting dalam menjaga keberlanjutan pasokan energi bersubsidi.
Ke depan, hasil peninjauan di Sumatera Barat akan menjadi bagian dari evaluasi yang lebih luas terkait sistem distribusi bahan bakar bersubsidi di berbagai daerah. Andre berharap langkah-langkah perbaikan yang dilakukan dapat mengatasi kendala yang selama ini menyebabkan masyarakat kesulitan memperoleh solar subsidi meskipun kuota tersedia. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mengawasi penyaluran bahan bakar agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan. Dengan pengelolaan distribusi yang lebih baik, masyarakat diharapkan dapat memperoleh akses yang lebih mudah terhadap solar subsidi sesuai ketentuan yang berlaku. Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus memastikan program subsidi energi benar-benar memberikan manfaat bagi kelompok yang membutuhkan.